$5 yang Lebih Bermakna dari Sekadar Kenyang

Ah, Melbourne CBD, 14 April 2018. Tanggal itu, bagi sebagian orang mungkin sekadar deretan angka. Tapi bagiku, ia menyimpan aroma, rasa, dan cerita. Bukan cerita romansa klise di gang sempit, atau drama perdebatan filsafat di bawah rindangnya pepohonan kampus. Ini kisah yang jauh lebih... visceral. Lebih jujur. Lebih kiwi. Lihatlah gambar ini, mate. Ini bukan … Continue reading $5 yang Lebih Bermakna dari Sekadar Kenyang

Berburu Makanan Sisa di Food Court Melbourne

Di bawah salah satu kampus tempatku dulu menimba ilmu dan realita pahit, ada food court yang selalu jadi tempat ‘berburu’ menjelang warung tutup. Sekitar jam 5 sore ke atas, para penjaga stan mulai bersih-bersih, dan makanan sisa mulai dipaketin ke dalam container bening. Harga turun drastis—jadi cuma $5 per container. Murah? Jelas. Tapi bukan murahan. … Continue reading Berburu Makanan Sisa di Food Court Melbourne

Nampan Plastik & Kapitalisme yang Tersisa

Kamis, 12 April 2018. Sebuah hari biasa di Melbourne, tapi tidak bagi perut yang sudah lama absen dikunjungi gizi premium. Dompet tipis, saldo cekak, tapi semesta belum menyerah menghidupi kami yang anti-paket hemat fast food. Lalu muncullah nama yang jadi legenda di kalangan backpackers kere, frugal warrior, dan kaum rebahan urban: Hamodava Café. Sebuah oasis … Continue reading Nampan Plastik & Kapitalisme yang Tersisa